RSS

Argopuro H4

H4
Timer: 05.00-22.00
Tracking:  12 jam
Pagi ini kami males bangun pagi. Alarm bunyi jam 4.00 aku biarin aj. Entah dah berapa lama bunyinya, kita cuekin. Yang bangun pertama aku g tau, coz masih nguantuk banget (semalem g bisa tidur, dingin puollll). Waktu aku dah bangun mereka dah masak n buat kopi. Sory all g bisa bantuin. Ritul wajib berikutnya adalah makan pagi dengan mie, sarden, srondeng, sambel pecel. Kenyang, dan saatnya cuci nesting

Pagi ini kami ketemu teman baru, anak Jakarta. Bukan yang 12 kemaren tapi anak Jakarta yang laen, mereka ber4. Kami ngobrol dengan mereka sekalian nyuci nesting ( camp mereka deket sungai). Selesai itu kita bakar-bakar sampah plastik yang kita kumpulin dari sekitar shelter. Lumayan banyak juga, tapi karena alam ga bisa daur ulang plastik kita g seharusnya buang mereka. Alam bukan tempat sampah!!!

Jam 9.12 kita berangkat pulang. Tujuannya kami yang pertama adalah Aeng kenek. Jalannya landai dan bekas kebakarannya masih keliatan dimana-mana. Ternyata Aeng kenek dekat, cuman 1 jam dari Cisentor. Dan disini kami ketemu pohon arbei gede. Kalo biasanya kita liat arbei setinggi 1 meteran (pengalaman di wilis) disini ada arbei setinggi 3 meter!!!. Isi air bentar dan kita berangkat lagi.

Keluar dari Aeng kenek jalannya mulai menajak dan vegetasi ganti ke savana bunga putih. Perjalanan ke Pos Cemara Lima ini sangat naik turun. Entah udah berapa kali kami naik turun punggungan, pokoke banyak. Kondisi jalannya masih jelas, kami hanya menemukan 1 percabangan yang cukup membingungkan (jam 11.50). Coz di panduan, ga' ditulis, kami akhirnya observasi bentar. Aku ambil yang kiri n Fajri ambil yang kanan. Setelah hampir setengah jam observasi kami sepakat ambil kiri Pemandangan berikutnya adalah lereng berbunga. Dengan kemiringan 60-70 kami serasa berjalan menuju surga, wkwkwkw.

Jam 12.50 kami tiba di Pos Cemara Lima. Seharusnya namanya bukan cemara lima coz cemaranya banyak. Dan untuk pertamakalinya kami ketemu dengan tikus hutan. Mirip tikus rumahan sih tapi lebih kecil dan berbulu (mirip hamster). Kita sempat di buat kaget juga waktu mereka datang ke kami, menghindar adalah opsi pertama, loncat2 adalah opsi kedua dan hajar untuk opsi terakhir. Aku mabil yang ketiga. Tujuan berikutnya adalah Hutan Lumut.

Perjalanan ke Hutan Lumut sungguh menantang. Turunan tajam menyambut kami begitu keluar dari Pos Cemara Lima dengan resiko jatuh ke jurang bila terpeleset. Kita ga bayangin gimana naiknya kalo berangkat dari Bremi, dan belum kering lidah ini ngomong kita ketemu anak dari jakarta lagi yang sedang naik!! Kita cuman bengong aj waktu ngeliat mereka pertama kali. Dan pertanyaan wajibnya adalah "Masih jauh mas ke Cisentor?" Mau dijawab jujur kok ga tega ngeliat muka2 letih lesu mereka, g jujur ya gimana. Akhirnya ku jawab yang abu-abu aja,"lumayan, cuman naik turun doank" ga aku critain berapa kali naik turunnya, wkwwkkw

Jam 14.10 kita mulai masuk pintu Hutan lumut. Hutannya kereeennn, pohon setinggi 30-40 meteran dengan diameter 1-2 meter yang dibalut lumut menambah rasa syukur kami kepada Allah SWT. Hutannya sangat rapat, sampek-sampek kita g bisa ngeliat langit. Dan karena itu, hutan lumut ga mengenal siang, yang ada cuman pagi dan sore. Jalannnya mulai dari sini udah datar dan Indah!!!!! Kita serasa berada di dunia laen aja, ga nyangka masih ada hutan seperti ini di Indonesia. Semoga ilegal logging g masuk kesini, amien

Sampai ke pertigaan ke Danau Taman Hidup udah jam 15.02. Mulai dari sini bersiaplah untuk berdzikir coz viewnya ajib banget!!!!! Ya Danau Taman Hidup sungguh mempesona. Danaunya dikelilingi hutan hujan tropis. Dan kenapa dberi nama taman hidup? Disini kabut selalu hadir, mereka bergerak di atas danau seolah2 sedang menari menyambut kami, mereka hidup!!! Mereka sungguh balerina sejati, tanpa cacat. Hampir satu jam kami disini dan ga bosen-bosen liat mereka menari.

Rencana awal kita mau ngecamp disini. Tapi berhubung disini selalu gerimis dan banyak sekali jejak babi hutan kitapun melanjutakan perjalanan kembali. Selamat tinggal, kapan2 kita kemari lagi. Jam 15.53 kita berangkat pulang ke Bremi (tujuan terakhir).

Perjalanan menuju Bremi sangat membingungkan, banyak percabangan. Kitpun dibuat bingung saking banyaknya. Untungnya banyak pendaki yang buat tanda disini, ad remah2 kertas, pita kuning, rafia merah biru. Kita cukup tertolong dengan tanda-tanda tersebut, terima kasih ya. Selain bercabang, jalannya juga sangat becek, satu persatu dari kami merelakan sandalnya masuk ransel (daripada betat). Kegiatan berikutnya adalah hitung skor. Pantat nyentuh tanah 1, 1/2 bila bisa nahan. Di akhir cerita tak kasih tau berapa skornya.

Tantangan berikutnya adalah gelap. Begitu udah masuk maghrib jalannya mulai tidak terlihat. Kosekuensinya tanda-tanda yang kita pake buat patokan jadi tidak terlihat. Dan ketika bertemu percabangan semakin bingunglah kami, udah gelap, tandanya juga ga terlihat, komplit sudah. Akhirnya kita buat perjanjian, setiap ad yang ngeliat tanda-tanda (remah roti, pita kuning, rafia biru or merah) harus teriak biar kita g bingung. Jadi sepanjang perjalanan yang kita dengar cuman teriakan remah, kuning, dan rafia, ga ada suara lain. Sempat suatu ketika kami lama ga mendengar teriakan itu, aku sendiri sempat mikir apa kita salah jalan ya coz hampir 20 menitan aku ga denger terikan remah, kuning ato rafia. Tapi itu tak beberapa lama coz 3 menit kemudian ku dengar suara itu lagi, terima kasih Tuhan.

Di tengah-tengah perjalanan kami juga mendengar suara air. Mungkin air terjun, berhubung udah malem kita ga bisa liat air terjunnya. Kata temen yang kita temuin waktu pulang ke Proboliggo (Kopral, anak UPM) sebelum masuk hutan damar ada air terjun di sebelah kanan, biasanya anak2 ngecamp disana.

Hutan Damar kami sentuh jam 19.09. Waktu itu kami udah lemes puoll dan mutusin untuk istirahat disini, kami sempat berpikir untuk bikin camp disini aj. Makan mie remes sambil berharap ada yang mau njemput kita, wkwwkkw. Dan permohonan kami terkabul!!!! Jauh di depan ad nyala senter yang menuju kami. Siapa ya malem-malem gini naek ke puncak? Namanya Pak Arifin dan dua temennya, usut punya usut beliau sedang nganter peziarah dari Tulungagung n Trenggalek. Dan kita juga dikasih tau kalo Bremi kurang 1 jam lagi. Wkwwkwk betapa senangnya kita mendengar kata "1 jam lagi" itu. Dan kita juga ditawarin nginep dirumah Beliau, Terimakasih Pak!!!

Hutan damar terlewati dan berganti kebun warga. Kebanyakan sih nanem jagung n sayuran. Mulai dari sini senter kami udah mau mati aj. Tapi beruntung kami udah g d dalem hutan lagi, rembulan lumayan memberi sinarnya. Dan yang penting tanda-tanda peradaban udah terlihat di depan. Lampu dari Bremi dan tower GSM udah terlihat dan terdengar suara speaker dari wisuda santri di desa Bremi. Suara yang kami g ngerti coz pake bahasa madura tapi cukup untuk menambah beberapa strip semangat kami. Dan yang namanya kebun pasti banyak jalannya, kita g ambil pusing waktu nemuin banyak percabangan disini, pokoke ambil yang menuju lampu, wkwkkwk.

Jam 21.00 kita ketemu jalan desa dan ketemu penduduk lokal yang mau dateng ke tempat wisuda santri. Dan yang bikin heran smua rumah disini g ad orangnya, mirip seperti sebuah kota yang terserang wabah penyakit mematikan, sunyi n suepi. Kalo kita mau rampok semua rumah juga bisa, wwkwk. Bayangin aja, setengah jam kami jalan dan g nemuin rumah yang ada orangnya. Ternyata mereka semua pergi ke acara wisuda santri. Sama waktu aku kecil dulu, kalo ada hiburan (entah jaranan ato wayang) dijamin g ada orang dirumah, semua tumpekblek liat tontotonan,maklum g tiap tahun desaku ada tontonan kaya' itu, wkwkwk.

Tiba di Polsek g ada orangnya (Kantor polisi aj ampe sepi, hebat!!). Setelah cukup lama menggedor pintu akhirnya ada orang juga (Cuma 1 orang yang jaga). Kitapun minta ijin tidur d garasi. Setelah ijin turun kita langsung buka tenda dan tidur!!!! Setelah berjalan 12 jam dan ngelewatin view-view yang menakjubkan kita merelakan tubuh ini dipeluk malam, pasrah.

Hampir lupa, skor akhir Noko: 5, Maut: 3, [HaSo]: 4, Fajri 4

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Noko mengatakan...

eh skornya itu ga valid.....hehehehe....

Posting Komentar